Kamis, 08 November 2012

Sebab-sebab Persalinan


BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Persalinan adalah serangkaian kejadian yang berakhir dengan pengeluaran bayi yang cukup bulan atau hampir cukup bulan,di susul dengan pengeluaran plasenta dan selaput janin dari tubuh ibu
 Macam-macam persalinan di antaranya yaitu
1.      Peresalinan spontan
2.      Persalinan buatan
3.      Persalinan anjuran
Persalinan di pengaruhi oleh beberapa factor.


B.     RUMUSAN MASALAH
Dari latar belakang di atas dapat di ambil rumusan masalah sebagai berikut  “sebab-sebab persalinan”

C.    TUJUAN
Tujuan dari pembuatan makalah ini yaitu agar mahasiswa mengetahui sebab-sebab persalinan.












BAB II
PEMBAHASAN

A.    DEFINISI
Persalinan adalah serangkaian kejadian yang berakir dengan pengeluaran bayi yang cukup bulan atau hampir cukup bulan,di susul dengan pengeluaran plasenta dan selaput janin dari tubuh ibu. 

B.     Macam – Macam Persalinan
1.         Persalinan Spontan
Bila persalinan ini berlangsung dengan kekuatan ibu sendiri dan melalui jalan lahir di   sebut persalinan spontan.

2.         Persalinan Buatan
Sebaliknya bila persalinan di bantu dengan tenaga dari luar misalnya ekstraksi dengan forceps, atau di lakukan oprasi secio caesarea.

3.         Persalinan Anjuran
Pada umumnya persalinan terjadi bila bayi sudah cukup besar  untuk hidup di luar, tetapi tidak sedemikian besarnya sehingga  menimbulkan kesulitan dalam persalinan .kAdand-kaadang persalinan tidak mulai dengan sendirinya tetapi baru berlangsung setelah pemecahan ketuban, pemberian pitocin atau prostaglandin.

Berhubungan dengan tuanya umur kehamilan dan berat badan bayi yang di lahirkan , dikenal beberapa istilah :
1.                     Abortus :
Pengeluaran buah kehamilan sebelum kehamilan 22 mingggu atau bayi dengan berat badan kurang dari 500 gram.

2.               Partus Immaturus :
Pengeluaran buah kehamilan antara 22 minggu dan 28 minggu atau bayi dengan berat badan antara 500 gram dan 999 gram.

3.               Partus Prematurus
Pengeluaran buah kehamilan antara 28 minggu dan 37 minggu atau bayi dengan berat badan antara 1000 gram dan 2499 gram.

4.               Partus Maturus Atau Partus A’terme
Pengeluaran buah kehamilan antara 37 minggu  dan 42 minggu atau bayi dengan berat badan 2500 gram atau lebih.

5.               Partus Postmaturus Atau Partus Serotinus
Pengeluaran buah kehamilan setelah kehamilan 42 minggu.

C.    Sebab-Sebab Persalinan
Selama kehamilan terdapat kontraksi-kontraksi uterus yang di kenal sebagai kontraksi Braxton Hicks. Yang menjadi persoalan ialah apakah sebabnya kontraksi-kontraksi uterus ini yang tadinya tidak nyeri berubah nmenjadi kontraksi-kontraksi yang terkoordinir, nyeri, sangat efisien sehingga menyebabkan pembukaan serviks dan pengeluaran bayi sebab sebab mulainya persalinan belum diketahui dengan jelas. Agakya banyak faktor yang memengang perananan dan bekerja sama sehingga terjadi persalinan.

Beberapa teori yang dikemukakan ialah
1.Penurunan Kadar Progesterone
Progestrenon menimbulkan relaksasi dan otot rahim, sebaliknya estrogen meninggikan keretanan otot rahim. Selama kehamilan terdapat keseimbangan antara kadar progesteron dan esterogen di dalam darah, tetapi pada akhir kehamilan kadar progesteron menurun sehingga timbul his.

2. Teori Oksitosin
Pada akhir kehamilan kadar oksitosin bertambah.oleh karena itu timbul kontraksi otot rahim.



 3. Kerenggan Otot
Seperti halnya dengan kandung kencing dan lambung bila dindingnya terenggang oleh karena isinya bertambah maka timbul kontraksi untuk mengeluarkan isinya. Demikian pula dengan rahim, maka dengan majunya kehamilan makin terenggang otot dan otot-otot rahim makin rentan.

4.Pengaruh Janin
Hipofise dan kelenjar suplarenal janin rupa- rupanya juga memegang peranan oleh karena pada anence-phalus kehamilan sering lama dari biasanya

5.Teori Prosalgadin
Prostaglandin yang dihasilkan decidua, disabgka menjadi salah satu sebab permulaan persalinan.
Hasil dari percobaan menunjukkan bahwa prostaglandin F2 atau E2 yang diberikan secara intravena, intra dan ekstramnial menimbulkan kontraksi myometrium pada setiap umur kehamilan. Hal ini juga disokong dengan adanya kadar prostaglandin yang tinggi baik dalam air ketuban maupun darah perifer pada ibu-ibu hamil sebelum melahirkan atau selama persalinan.













BAB III
PENUTUP

A.    KESIMPULAN
Persalinan merupakan proses fisiologis yang memungkinkan serangkaian perubahan besar pada ibu untuk dapat melahirkan janinya melalui jalan lahir.
Peran dari penolong persalinan adalah mengantisipasi dan menangani komplikasi yang mungkin terjadi pada ibu dan bayi.
Seorang bidan harus mampu mengidentifikasi factor-faktor penyebab persalinan sehingga diharapkan dapat memberikan asuhan kebidanan pada proses persalinan.
Beberapa teori yang dikemukakan ialah
1.Penurunan Kadar Progesterone
2.Teori Oksitosin
3. Kerenggan Otot
4.Pengaruh Janin
5.Teori Prosalgadin
Peran dari penolong persalinan mengantisipasidan menangani komplikasi yang mungkin terjadi pada ibu dan janin.

B.     SARAN
Sebagai seorang bidan tidak boleh melakukan intervensi yang tidak perlu bahkan merugikan. Setiap tindakan yang akan diambil harus lebih mementingkan manfaat dari pada kerugianya.









DAFTAR PUSTAKA

Wiratmaja IS. Protokol Pemantauan Persalinan WHO . 1997
Sumampraja S. WHO. Jakarta: Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 1993
Cunningham FG. Mac Donald PC. Gant NF. Etc. Editors Williams Obsterics 20th. Edition conecticut: apleton dan lange 1997
Wiknjosasteo H, Saifudin AB, Rachim Hadi T, editor. Ilmu Kebidanan. Jakarta. Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo. 1994

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar